Posted by : Tatang Suhamdeni Minggu, 27 Desember 2015




http://3.bp.blogspot.com/-mok--ZuQ57c/TyybHwoXGbI/AAAAAAAAAvE/KPu4YUFNTaI/s400/khusyukDlmSolat.jpg

Assalamu'alaikum Wr. Wb
Hai Sobat pasti kalian kangen ya dengan saya yang manis ini :D  tenang aja rasa kangen kalian akan hilang dengan penyejuk ini, semoga bermanfaat aamiin... Selamat Membaca ....
 
“Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah dan memohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari sebanyak 100 kali.” (HR.Muslim)
Demikianlah keadaan Rasulullah SAW, padahal beliau telah diampuni dosa-dosanya, baik yang lalu maupun yang akan datang. Tetapi Rasul adalah hamba yang pandai bersyukur, pendidik yang bijaksana, pengasih dan penyayang.
Abu Musa ra meriwayatkan, dari Nabi SAW. “Sesungguhnya Allah membentangkan Tangan-Nya pada malam hari agar bertaubat orang yang bebruat jahat di siang hari dan Dia membentangkan Tangan-Nya pada siang hari agar bertaubat orang yang berbuat jahat di malam hari, sampai matahari terbit dari Barat (Kiamat).” (HR.Muslim)
Namun, tidak ada gunanya taubat seseorang ketika hendak meninggal dunia. Seperti firman Allah. “ Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang diantara mereka. (barulah) ia mengatakan, sesungguhnya aku bertaubat sekarang.”(An-Nisa ayat 18)
Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata Rasulullah bersabda : “Barang siapa senantiasa beristighfar niscay allah menjadikan untuk setiap kesedihannya kelapangan dan untuk setiap kesempitannya jalan keluar, dan akan diberikannya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.” (HR.Abu Daud) (Lihat kitab Lathaa’iful Ma’arif, oleh Ibnu Rajab, hlm 172-178)
Taubat dari segala dosa hukumnya adalah wajib. Jika maksiat itu terjadi antara hamba dengan Allah, tidak berkaitan dengan manusia, maka ada tiga syarat taubat, pertama, meninggalkna maksiat, kedua menyesali perbuatannya, ketiga berniat teguh untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut selama-lamanya. Apabila salah satu syarat ini tidak terpenuhi maka taubatnya tidak sah.
Adapun jika maksiat itu berkaitan dengan hak manusiamaka taubat itu diterima dengan empat syarat. Yakni ketiga syarat dimuka, dan yang keempat, menyelesaikannya dengan manusia yang bersangkutan. Jika berupa harta atau sejenisnya maka ia harus mengembalikannya. Jika berupa had (hukuman) atas tuduhan atau sejenisnya maka hendaknya had itu ditunaikan atau ia meminta maaf darinya. Jika berupa ghibah menggunjing maka ia harus memohon maaf.
“ Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi ornag yang bertaubat, beriman, beramal shaleh, kemudian tetap dijalan yang benar).” (QS:Thaaha, ayat 82).
“ Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa meeka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah?
Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedangmereka kekal didalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” (QS:Ali Imraan ayat 135-136).
Allah menyeru kita untuk bertaubat dan beristighfar, Ia menjanjikan akan mengampuni dan merahmati kita manakala kita bertaubat kepada-Nya serta mengampuni dosa-dosa kata.
Ya Allah, terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Semoga shalawat dan slam senantiasa dilimpahkan kepada Nabu Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya. Aamiin.....

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Berkah Aamiin - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -